[Kitab Adab-Adab Membaca Al-Qur'an]
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي امْتَنَّ عَلَى عِبَادِهِ بِنَبِيِّهِ الْمُرْسَلِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكِتَابِهِ الْمُنْزَلِ الَّذِي لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan karunia kepada hamba-hamba-Nya dengan mengutus Nabi-Nya yang diutus (Muhammad) ﷺ dan kitab-Nya yang diturunkan, yang tidak mendatangkan kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.
حَتَّى اتَّسَعَ عَلَى أَهْلِ الْأَفْكَارِ طَرِيقُ الِاعْتِبَارِ بِمَا فِيهِ مِنَ الْقَصَصِ وَالْأَخْبَارِ
Sehingga menjadi luaslah jalan bagi orang-orang yang berpikir untuk mengambil pelajaran, melalui kisah-kisah dan kabar berita yang ada di dalamnya.
وَاتَّضَحَ بِهِ سُلُوكُ الْمَنْهَجِ الْقَوِيمِ وَالصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيمِ بِمَا فُصِّلَ فِيهِ مِنَ الْأَحْكَامِ وَفُرِّقَ بَيْنَ الْحَلَالِ وَالْحَرَامِ
Dan menjadi jelaslah jalan menuju manhaj (metode) yang lurus dan jalan yang lempeng, dengan adanya rincian hukum-hukum di dalamnya serta pemisahan antara yang halal dan yang haram.
فَهُوَ الضِّيَاءُ وَالنُّورُ وَبِهِ النَّجَاةُ مِنَ الْغُرُورِ وَفِيهِ شِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ
Maka Al-Qur'an adalah cahaya dan penerang, dengannya terdapat keselamatan dari tipu daya (dunia), dan di dalamnya terdapat obat penawar bagi apa yang ada di dalam dada.
وَمَنْ خَالَفَهُ مِنَ الْجَبَابِرَةِ قَصَمَهُ اللهُ وَمَنْ ابْتَغَى الْعِلْمَ فِي غَيْرِهِ أَضَلَّهُ اللهُ
Barangsiapa dari kalangan penguasa yang sombong menyelisihinya, niscaya Allah akan membinasakannya; dan barangsiapa yang mencari ilmu pada selainnya, niscaya Allah akan menyesatkannya.
هُوَ حَبْلُ اللهِ الْمَتِينُ وَنُورُهُ الْمُبِينُ وَالْعُرْوَةُ الْوُثْقَى وَالْمُعْتَصَمُ الْأَوْفَى
Ia (Al-Qur'an) adalah tali Allah yang kokoh, cahaya-Nya yang terang benderang, ikatan yang paling kuat, dan tempat berlindung yang paling sempurna.
وَهُوَ الْمُحِيطُ بِالْقَلِيلِ وَالْكَثِيرِ وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ لَا تَنْقَضِي عَجَائِبُهُ وَلَا تَتَنَاهَى غَرَائِبُهُ
Dan ia mencakup perkara yang sedikit maupun banyak, yang kecil maupun yang besar; tidak pernah habis keajaibannya dan tidak pernah berakhir keunikan-keunikannya.
لَا يُحِيطُ بِفَوَائِدِهِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ تَحْدِيدٌ وَلَا يُخْلِقُهُ عِنْدَ أَهْلِ التَّلَاوَةِ كَثْرَةُ التَّرْدِيدِ
Batasan apa pun tidak akan mampu melingkupi manfaat-manfaatnya di sisi para ahli ilmu, dan ia tidak akan pernah usang/membosankan di hadapan para ahli tilawah meskipun sering diulang-ulang.
هُوَ الَّذِي أَرْشَدَ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ وَلَمَّا سَمِعَهُ الْجِنُّ لَمْ يَلْبَثُوا أَنْ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ
Dialah yang memberi petunjuk kepada orang-orang terdahulu dan orang-orang belakangan, dan ketika bangsa jin mendengarnya, mereka tidak menunda-nunda untuk kembali kepada kaumnya sebagai pemberi peringatan.
{فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا}
{Lalu mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur'an yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami."}
قُلْ اُوْحِيَ اِلَيَّ اَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوْٓا اِنَّا سَمِعْنَا قُرْاٰنًا عَجَبًاۙ
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur’an yang kubaca).” Lalu, mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan, (QS. Al-Jin 1)
يَّهْدِيْٓ اِلَى الرُّشْدِ فَاٰمَنَّا بِهٖۗ وَلَنْ نُّشْرِكَ بِرَبِّنَآ اَحَدًاۖ
yang memberi petunjuk kepada kebenaran, sehingga kami pun beriman padanya dan tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami. (QS. Al-Jin 1)
فَكُلُّ مَنْ آمَنَ بِهِ فَقَدْ وُفِّقَ وَمَنْ قَالَ بِهِ فَقَدْ صَدَقَ وَمَنْ تَمَسَّكَ بِهِ فَقَدْ هُدِيَ وَمَنْ عَمِلَ بِهِ فَقَدْ فَازَ
Maka setiap orang yang beriman kepadanya sungguh telah diberi taufik, barangsiapa yang berkata dengannya (berdasarkan Al-Qur'an) maka ia telah benar, barangsiapa yang berpegang teguh kepadanya maka ia telah diberi petunjuk, dan barangsiapa yang mengamalkannya maka ia telah beruntung.
وَقَالَ تَعَالَى {إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ}
Dan Allah Ta'ala berfirman: {Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami pula yang memeliharanya.} (QS. Al-Hijr 9)
وَمِنْ أَسْبَابِ حِفْظِهِ فِي الْقُلُوبِ وَالْمَصَاحِفِ اسْتِدَامَةُ تِلَاوَتِهِ وَالْمُوَاظَبَةُ عَلَى دِرَاسَتِهِ مَعَ الْقِيَامِ بِآدَابِهِ وَشُرُوطِهِ وَالْمُحَافَظَةِ عَلَى مَا فِيهِ مِنَ الْأَعْمَالِ الْبَاطِنَةِ وَالْآدَابِ الظَّاهِرَةِ
Dan di antara sebab terpeliharanya Al-Qur'an di dalam hati dan lembaran-lembaran mushaf adalah dengan terus-menerus membacanya (istiqamah) dan tekun mempelajarinya, disertai dengan menunaikan adab-adab dan syarat-syaratnya, serta menjaga amalan-amalan batin dan adab-adab lahir yang ada di dalamnya.
وَذَلِكَ لَا بُدَّ مِنْ بَيَانِهِ وَتَفْصِيلِهِ وَتَنْكَشِفُ مَقَاصِدُهُ فِي أَرْبَعَةِ أَبْوَابٍ
Hal tersebut harus dijelaskan dan dirinci, dan maksud-maksudnya akan tersingkap dalam empat bab:
اَلْبَابُ الْأَوَّلُ فِي فَضْلِ الْقُرْآنِ وَأَهْلِهِ
Bab Pertama: Tentang keutamaan Al-Qur'an dan para pemiliknya (orang yang mengamalkannya).
اَلْبَابُ الثَّانِي فِي آدَابِ التَّلَاوَةِ فِي الظَّاهِرِ
Bab Kedua: Tentang adab-adab lahiriah dalam membaca Al-Qur'an.
اَلْبَابُ الثَّالِثُ فِي الْأَعْمَالِ الْبَاطِنَةِ عِنْدَ التَّلَاوَةِ
Bab Ketiga: Tentang amalan-amalan batin ketika membaca Al-Qur'an.
اَلْبَابُ الرَّابِعُ فِي فَهْمِ الْقُرْآنِ وَتَفْسِيرِهِ بِالرَّأْيِ وَغَيْرِهِ
Bab Keempat: Tentang memahami Al-Qur'an dan menafsirkannya dengan logika (ra'yi) maupun metode lainnya.
اَلْبَابُ الْأَوَّلُ فِي فَضْلِ الْقُرْآنِ وَأَهْلِهِ وَذَمِّ الْمُقَصِّرِينَ فِي تِلَاوَتِهِ
Bab Pertama: Tentang keutamaan Al-Qur'an dan para pemiliknya, serta celaan bagi orang-orang yang melalaikan bacaannya.
فَضِيلَةُ الْقُرْآنِ
Keutamaan Al-Qur'an.
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ ثُمَّ رَأَى أَنَّ أَحَدًا أُوتِيَ أَفْضَلَ مِمَّا أُوتِيَ فَقَدْ اسْتَصْغَرَ مَا عَظَّمَهُ اللهُ تَعَالَى (١)
Dan Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang membaca (dan menguasai) Al-Qur'an, kemudian ia memandang bahwa ada seseorang yang diberi karunia lebih utama daripada apa yang telah diberikan kepadanya, maka sungguh ia telah meremehkan apa yang telah diagungkan oleh Allah Yang Maha Tinggi."
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ شَفِيعٍ أَفْضَلَ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللهِ تَعَالَى مِنَ الْقُرْآنِ لَا نَبِيٌّ وَلَا مَلَكٌ وَلَا غَيْرُهُ (٢)
Dan Nabi ﷺ bersabda: "Tidak ada pemberi syafaat yang lebih utama kedudukannya di sisi Allah Ta'ala daripada Al-Qur'an; tidak juga nabi, malaikat, ataupun yang lainnya."
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَوْ كَانَ الْقُرْآنُ فِي إِهَابٍ مَا مَسَّتْهُ النَّارُ (٣)
Dan Nabi ﷺ bersabda: "Sekiranya Al-Qur'an itu berada di dalam kulit (maksudnya: hati manusia yang menjaga Al-Qur'an), niscaya ia tidak akan disentuh oleh api neraka."
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي تِلَاوَةُ الْقُرْآنِ (٤)
Dan Nabi ﷺ bersabda: "Ibadah umatku yang paling utama adalah membaca Al-Qur'an."
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيْضًا: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَرَأَ طه وَيس قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ الْخَلْقَ بِأَلْفِ عَامٍ، فَلَمَّا سَمِعَتِ الْمَلَائِكَةُ الْقُرْآنَ قَالَتْ: طُوبَى لِأُمَّةٍ يَنْزِلُ عَلَيْهِمْ هَذَا، وَطُوبَى لِأَجْوَافٍ تَحْمِلُ هَذَا، وَطُوبَى لِأَلْسِنَةٍ تَنْطِقُ بِهَذَا (٥)
Dan Nabi ﷺ juga bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla membaca surah Thaha dan Yasin seribu tahun sebelum Dia menciptakan makhluk. Maka tatkala para malaikat mendengar Al-Qur'an tersebut, mereka berkata: 'Beruntunglah bagi umat yang diturunkan Al-Qur'an ini kepada mereka, beruntunglah bagi hati yang mengemban Al-Qur'an ini, dan beruntunglah bagi lisan yang mengucapkan Al-Qur'an ini.'"
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ (٦)
Dan Nabi ﷺ bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَقُولُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: مَنْ شَغَلَهُ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ عَنْ دُعَائِي وَمَسْأَلَتِي أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ ثَوَابِ الشَّاكِرِينَ (٧)
Dan Nabi ﷺ bersabda: "Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: 'Barangsiapa yang disibukkan oleh membaca Al-Qur'an hingga tidak sempat berdoa dan memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya pahala yang lebih utama daripada pahala orang-orang yang bersyukur.'"
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ثَلَاثَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى كَثِيبٍ مِنْ مِسْكٍ أَسْوَدَ لَا يَهُولُهُمْ فَزَعٌ وَلَا يَنَالُهُمْ حِسَابٌ حَتَّى يَفْرُغَ مَا بَيْنَ النَّاسِ: رَجُلٌ قَرَأَ الْقُرْآنَ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَأَمَّ بِهِ قَوْمًا وَهُمْ بِهِ رَاضُونَ...والخ (٨)
Dan Nabi ﷺ bersabda: "Ada tiga golongan manusia pada hari kiamat yang berada di atas tumpukan bukit minyak misk hitam; mereka tidak dikejutkan oleh ketakutan yang dahsyat dan tidak disentuh oleh perhitungan amal (hisab) hingga selesainya urusan di antara manusia: (yaitu) seorang laki-laki yang membaca Al-Qur'an demi mengharap keridaan Allah 'Azza wa Jalla dan ia mengimami suatu kaum sedangkan mereka rida kepadanya..." (Catatan: Kata "والخ" dalam teks asal merupakan singkatan dari "وإلى آخره" atau "dan seterusnya", menunjukkan teks hadis ini terpotong sebelum menyebutkan dua golongan berikutnya).
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ثلاثةٌ لا يَهولُهمُ الفَزَعُ، ولا يَنالُهمُ الحسابُ، على كثيبٍ من مِسْكٍ حتى يفرغَ اللهُ من حسابِ العبادِ : رجلٌ قرأَ القرآنَ ابتغاءَ وجهِ اللهِ، فأمَّ به قومًا وهو راضونَ عنهُ، وداعيةٌ يدعو إلى الصلواتِ الخمسِ ابتغاءَ وجهِ اللهِ، وعبدٌ أحسنَ ما بينَه وبينَ ربِّهِ، وفيما بينَه وبينَ مواليهِ.Dan Nabi ﷺ bersabda: "Ada tiga golongan manusia yang tidak dikejutkan oleh ketakutan yang dahsyat dan tidak disentuh oleh perhitungan amal (hisab), mereka berada di atas tumpukan bukit minyak misk hingga Allah menyelesaikan perhitungan amal para hamba: (pertama) seorang laki-laki yang membaca Al-Qur'an demi mengharap keridaan Allah, lalu ia mengimami suatu kaum sedangkan mereka rida kepadanya, (kedua) seorang penyeru (muazin) yang mengajak kepada salat lima waktu demi mengharap keridaan Allah, dan (ketiga) seorang hamba sahaya yang memperbaiki hubungan antara dirinya dengan Tuhannya, serta hubungan antara dirinya dengan para tuannya."
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللهِ وَخَاصَّتُهُ (٩)
Dan Nabi ﷺ bersabda: "Ahli Al-Qur'an (orang yang mahir dan mengamalkannya) adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya."
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الْقُلُوبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيدُ، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا جِلَاؤُهَا؟ فَقَالَ: تِلَاوَةُ الْقُرْآنِ وَذِكْرُ الْمَوْتِ (١٠)
Dan Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya hati itu bisa berkarat sebagaimana besi berkarat." Lalu ditanyakan: "Wahai Rasulullah, apa pembersihnya?" Maka beliau menjawab: "Membaca Al-Qur'an dan mengingat kematian."
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: للهُ أَشَدُّ أَذَنًا إِلَى قَارِئِ الْقُرْآنِ مِنْ صَاحِبِ الْقَيْنَةِ إِلَى قَيْنَتِهِ (١١)
Dan Nabi ﷺ bersabda: "Sungguh, Allah lebih mendengarkan dengan penuh perhatian kepada pembaca Al-Qur'an daripada seorang pemilik budak wanita penyanyi mendengarkan nyanyian budaknya."
اَلْآثَارُ: قَالَ أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ: اِقْرَءُوا الْقُرْآنَ وَلَا تَغُرَّنَّكُمْ هَذِهِ الْمَصَاحِفُ الْمُعَلَّقَةُ، فَإِنَّ اللهَ لَا يُعَذِّبُ قَلْبًا هُوَ وِعَاءٌ لِلْقُرْآنِ
Atsar (perkataan sahabat): Abu Umamah Al-Bahili berkata: "Bacalah Al-Qur'an dan janganlah sampai mushaf-mushaf yang tergantung ini memperdayakan kalian, karena sesungguhnya Allah tidak akan mengazab hati yang menjadi wadah (tempat menyimpan/mengamalkan) bagi Al-Qur'an."
اَلْآثَارُ:
Atsar (perkataan para sahabat dan ulama)
قَالَ أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ: اِقْرَءُوا الْقُرْآنَ وَلَا تَغُرَّنَّكُمْ هَذِهِ الْمَصَاحِفُ الْمُعَلَّقَةُ، فَإِنَّ اللهَ لَا يُعَذِّبُ قَلْبًا هُوَ وِعَاءٌ لِلْقُرْآنِ
Abu Umamah Al-Bahili berkata: "Bacalah Al-Qur'an dan janganlah sampai mushaf-mushaf yang tergantung ini memperdayakan kalian, karena sesungguhnya Allah tidak akan mengazab hati yang menjadi wadah (tempat menyimpan) bagi Al-Qur'an."
وَقَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ: إِذَا أَرَدْتُمُ الْعِلْمَ فَانْثُرُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّ فِيهِ عِلْمَ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ
Dan Ibnu Mas'ud berkata: "Jika kalian menginginkan ilmu, maka kaji dan dalamilah Al-Qur'an (buka isinya), karena sesungguhnya di dalam Al-Qur'an terdapat ilmu orang-orang terdahulu dan orang-orang belakangan."
وَقَالَ أَيْضًا: اِقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ عَلَيْهِ بِكُلِّ حَرْفٍ مِنْهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ، أَمَا إِنِّي لَا أَقُولُ الْحَرْفُ {ألم}، وَلَكِنِ الْأَلِفُ حَرْفٌ، وَاللَّامُ حَرْفٌ، وَالْمِيمُ حَرْفٌ
Dan beliau berkata pula: "Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya kalian akan diberi pahala karenanya; setiap satu huruf diganjar dengan sepuluh kebaikan. Ketahuilah, aku tidak mengatakan bahwa 'Alif Lam Mim' itu satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf."
وَقَالَ أَيْضًا: لَا يَسْأَلْ أَحَدُكُمْ عَنْ نَفْسِهِ إِلَّا الْقُرْآنَ، فَإِنْ كَانَ يُحِبُّ الْقُرْآنَ وَيُعْجِبُهُ فَهُوَ يُحِبُّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِنْ كَانَ يُبْغِضُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يُبْغِضُ اللهَ سُبْحَانَهُ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dan beliau berkata pula: "Janganlah salah seorang dari kalian menilai dirinya (tentang kedudukannya di hadapan Allah) melainkan melalui Al-Qur'an; jika ia mencintai Al-Qur'an dan mengaguminya, berarti ia mencintai Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya ﷺ, dan jika ia membenci Al-QUR'AN, berarti ia membenci Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya ﷺ."
وَقَالَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ: كُلُّ آيَةٍ فِي الْقُرْآنِ دَرَجَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَمِصْبَاحٌ فِي بُيُوتِكُمْ
Dan 'Amr bin Al-'Ash berkata: "Setiap ayat di dalam Al-Qur'an adalah satu tingkatan derajat di surga, dan menjadi pelita penerang di rumah-rumah kalian."
وَقَالَ أَيْضًا: مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فَقَدْ أُدْرِجَتِ النُّبُوَّةُ بَيْنَ جَنْبَيْهِ إِلَّا أَنَّهُ لَا يُوحَى إِلَيْهِ
Dan beliau berkata pula: "Barangsiapa yang membaca (dan menguasai) Al-Qur'an, maka sesungguhnya kedudukan kenabian telah diletakkan di antara kedua lambungnya (di dalam dirinya), hanya saja tidak diturunkan wahyu kepadanya."
وَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: إِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي يُتْلَى فِيهِ الْقُرْآنُ اتَّسَعَ بِأَهْلِهِ، وَكَثُرَ خَيْرُهُ، وَحَضَرَتْهُ الْمَلَائِكَةُ، وَخَرَجَتْ مِنْهُ الشَّيَاطِينُ
Dan Abu Hurairah berkata: "Sesungguhnya rumah yang dibacakan Al-Qur'an di dalamnya, akan terasa luas bagi penghuninya, banyak kebaikannya, dihadiri oleh para malaikat, dan setan-setan akan keluar darinya."
وَإِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي لَا يُتْلَى فِيهِ كِتَابُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ ضَاقَ بِأَهْلِهِ، وَقَلَّ خَيْرُهُ، وَخَرَجَتْ مِنْهُ الْمَلَائِكَةُ، وَحَضَرَتْهُ الشَّيَاطِينُ
"Dan sesungguhnya rumah yang tidak dibacakan kitab Allah 'Azza wa Jalla di dalamnya, akan terasa sempit bagi penghuninya, sedikit kebaikannya, ditinggalkan oleh para malaikat, dan setan-setan akan mengerumuninya."
وَقَالَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ: رَأَيْتُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْمَنَامِ فَقُلْتُ: يَا رَبِّ، مَا أَفْضَلُ مَا تَقَرَّبَ بِهِ الْمُتَقَرِّبُونَ إِلَيْكَ؟ قَالَ: بِكَلَامِي يَا أَحْمَدُ، قَالَ قُلْتُ: يَا رَبِّ، بِفَهْمٍ أَوْ بِغَيْرِ فَهْمٍ؟ قَالَ: بِفَهْمٍ وَبِغَيْرِ فَهْمٍ
Dan Ahmad bin Hanbal berkata: "Aku melihat Allah 'Azza wa Jalla dalam mimpi, lalu aku bertanya: 'Wahai Tuhanku, amalan apakah yang paling utama bagi orang-orang yang ingin mendekatkan diri kepada-Mu?' Allah berfirman: 'Dengan kalam-Ku (membaca Al-Qur'an), wahai Ahmad.' Aku bertanya lagi: 'Wahai Tuhanku, apakah harus dengan memahaminya atau tanpa memahaminya?' Allah berfirman: 'Baik dengan memahaminya maupun tanpa memahaminya.'"
وَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ كَعْبٍ الْقُرَظِيُّ: إِذَا سَمِعَ النَّاسُ الْقُرْآنَ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَكَأَنَّهُمْ لَمْ يَسْمَعُوهُ قَطُّ
Dan Muhammad bin Ka'b Al-Qurazhi berkata: "Ketika manusia mendengarkan Al-Qur'an langsung dari Allah 'Azza wa Jalla pada hari kiamat kelak, seolah-olah mereka belum pernah mendengarnya sama sekali sebelum itu (karena saking indahnya)."
وَقَالَ الْفُضَيْلُ بْنُ عِيَاضٍ: يَنْبَغِي لِحَامِلِ الْقُرْآنِ أَنْ لَا يَكُونَ لَهُ إِلَى أَحَدٍ حَاجَةٌ، وَلَا إِلَى الْخُلَفَاءِ فَمَنْ دُونَهُمْ، فَيَنْبَغِي أَنْ تَكُونَ حَوَائِجُ الْخَلْقِ إِلَيْهِ
Dan Fudhail bin 'Iyadh berkata: "Seyogianya bagi seorang penghafal Al-Qur'an untuk tidak menggantungkan hajat (kebutuhan) kepada seorang pun, tidak kepada para khalifah (penguasa) maupun orang-orang di bawah mereka, melainkan seyogianya kebutuhan makhluk-lah yang bersandar kepadanya."
وَقَالَ أَيْضًا: حَامِلُ الْقُرْآنِ حَامِلُ رَايَةِ الْإِسْلَامِ، فَلَا يَنْبَغِي أَنْ يَلْهُوَ مَعَ مَنْ يَلْهُو، وَلَا يَسْهُوَ مَعَ مَنْ يَسْهُو، وَلَا يَلْغُوَ مَعَ مَنْ يَلْغُو؛ تَعْظِيمًا لِحَقِّ الْقُرْآنِ
Dan beliau berkata pula: "Seorang penghafal Al-Qur'an adalah pembawa panji Islam, maka tidak pantas baginya untuk bermain-main bersama orang yang bermain-main, tidak lalai bersama orang yang lalai, dan tidak berbicara sia-sia bersama orang yang berbicara sia-sia; hal itu dilakukan demi mengagungkan hak-hak Al-Qur'an."
وَقَالَ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ: إِذَا قَرَأَ الرَّجُلُ الْقُرْآنَ قَبَّلَ الْمَلَكُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ
Dan Sufyan Ats-Tsauri berkata: "Apabila seseorang membaca Al-Qur'an, maka malaikat akan mencium bagian di antara kedua matanya (keningnya)."
وَقَالَ عَمْرُو بْنُ مَيْمُونٍ: مَنْ نَشَرَ مُصْحَفًا حِينَ يُصَلِّي الصُّبْحَ فَقَرَأَ مِنْهُ مِائَةَ آيَةٍ رَفَعَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ مِثْلَ عَمَلِ جَمِيعِ أَهْلِ الدُّنْيَا
Dan 'Amr bin Maimun berkata: "Barangsiapa yang membuka mushaf ketika selesai melaksanakan salat subuh lalu membaca seratus ayat di dalamnya, niscaya Allah 'Azza wa Jalla akan mengangkat baginya pahala yang setara dengan amal seluruh penduduk dunia."
وَيُرْوَى أَنَّ خَالِدَ بْنَ عُقْبَةَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ: اِقْرَأْ عَلَيَّ الْقُرْآنَ
Dan diriwayatkan bahwa Khalid bin 'Uqbah datang menghadap Rasulullah ﷺ lalu berkata: "Bacakanlah Al-Qur'an kepadaku."
فَقَرَأَ عَلَيْهِ {إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى} الْآيَةَ
Maka beliau ﷺ membacakan kepadanya: {Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat...} hingga akhir ayat.
فَقَالَ لَهُ فَأَعَادَ، فَقَالَ: وَاللهِ إِنَّ لَهُ لَحَلَاوَةً، وَإِنَّ عَلَيْهِ لَطَلَاوَةً، وَإِنَّ أَسْفَلَهُ لَمُورِقٌ، وَإِنَّ أَعْلَاهُ لَمُثْمِرٌ، وَمَا يَقُولُ هَذَا بَشَرٌ (١)
Maka ia berkata kepada beliau (untuk mengulanginya), lalu beliau pun mengulangnya. Kemudian ia berkata: "Demi Allah, sesungguhnya ia (Al-Qur'an) benar-benar memiliki kemanisan, benar-benar memiliki keindahan, sesungguhnya bagian bawahnya benar-benar rindang, bagian atasnya benar-benar berbuah lebat, dan perkataan ini sama sekali bukanlah ucapan manusia."
وَقَالَ الْحَسَنُ: وَاللهِ مَا دُونَ الْقُرْآنِ مِنْ غِنًى، وَلَا بَعْدَهُ مِنْ فَاقَةٍ
Dan Al-Hasan (Al-Bashri) berkata: "Demi Allah, tidak ada kekayaan yang hakiki selain Al-Qur'an, dan tidak ada kemiskinan yang berarti setelah (memiliki) Al-Qur'an."
وَقَالَ الْفُضَيْلُ: مَنْ قَرَأَ خَاتِمَةَ سُورَةِ الْحَشْرِ حِينَ يُصْبِحُ ثُمَّ مَاتَ مِنْ يَوْمِهِ خُتِمَ لَهُ بِطَابَعِ الشُّهَدَاءِ، وَمَنْ قَرَأَهَا حِينَ يُمْسِي ثُمَّ مَاتَ مِنْ لَيْلَتِهِ خُتِمَ لَهُ بِطَابَعِ الشُّهَدَاءِ
Dan Fudhail (bin 'Iyadh) berkata: "Barangsiapa yang membaca bagian akhir surah Al-Hasyr di waktu pagi kemudian ia wafat pada hari itu, niscaya ia ditutup (wafatnya) dengan cap para syuhada; dan barangsiapa yang membacanya di waktu sore kemudian ia wafat pada malam itu, niscaya ia ditutup dengan cap para syuhada."
وَقَالَ الْقَاسِمُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ: قُلْتُ لِبَعْضِ النُّسَّاكِ: مَا هَهُنَا أَحَدٌ نَسْتَأْنِسُ بِهِ؟ فَمَدَّ يَدَهُ إِلَى الْمُصْحَفِ وَوَضَعَهُ عَلَى حِجْرِهِ وَقَالَ: هَذَا!
Dan Al-Qasim bin 'Abdirrahman berkata: "Aku bertanya kepada sebagian ahli ibadah: 'Apakah di sini tidak ada seorang pun yang bisa kita jadikan teman untuk berbagi ketenangan?' Maka ia menjulurkan tangannya ke arah mushaf, lalu meletakkannya di atas pangkuannya seraya berkata: 'Ini!'"
وَقَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: ثَلَاثٌ يَزِدْنِ فِي الْحِفْظِ وَيُذْهِبْنِ الْبَلْغَمَ: اَلسِّوَاكُ، وَالصِّيَامُ، وَقِرَاءَةُ الْقُرْآنِ
Terjemahan: Dan 'Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu berkata: "Ada tiga perkara yang dapat menambah daya hafalan dan menghilangkan lendir (dahak): bersiwak, berpuasa, dan membaca Al-Qur'an."
Selanjutnya...
في ذم تلاوة الغافلين



